Air dan Perubahan Iklim

UI sebagai Ruang Terbuka Hijau

Meta Description: UI sebagai kampus pengusung UI GreenMetric memiliki beberapa indikator seperti infrastruktur yaitu ketersediaan ruang terbuka hijau. Namun, masih harus ditingkatkan penyediaannya karena masih peringkat ke-98.
Keywords: Ruang Terbuka Hijau, Universitas Indonesia, Lingkungan, UI GreenMetric

Aulia Salmaddina (21) adalah salah satu Mahasiswa Universitas Indonesia jurusan Kesehatan Lingkungan. Berbicara mengenai Ruang Terbuka Hijau di UI, ia sempat melakukan praktik dalam mata kuliah Pencemaran Udara di tahun 2018, menyatakan bahwa RTH di UI masih tergolong cukup dalam mereduksi polusi di kampus.


(transkrip audio) “kalo aku liat sih, apa ya, aku gak menemukan peak polusi udara di kampus itu tinggi. Aku pernah praktek ngecek situasi polutan gitu ngeliatin dari PM 1-10. NO SO dan sebagainya. Selama aku jalan di area UI Tingkatannya itu masih di bawah baku mutu lingkungan dari WHO. Menurut aku berarti di wilayah kampus RTH-nya itu udah cukup dalam menurunkan polutan atau zat pencemar di kampus.”
Meskipun demikian, mari kita telusuri sedikit dari sisi fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Universitas Indonesia. Hasil studi dari Kumar (2002), mengenai ‘Penataan ruang sebagai dasar pengelolaan lingkungan: Pengkajian ruang terbuka hijau kota Depok’, pengelolaan RTH kota secara berkelanjutan membutuhkan dukungan instrumen produk rencana tata ruang, peraturan perundangan, dan praktik pengelolaan yang baik dan konsisten.

Dilihat dari situs Indeks Skala Pencemaran Udara (ISPU) Kota Depok, Jawa Barat pada Senin 30 Desember 2019, telah mencapai 500 dalam hitungan O3 hal tersebut sudah masuk kriteria berbahaya. Universitas Indonesia sebagai pengusung program dan kebijakan berkelanjutan bernama UI GreenMetric berperan dalam membantu lingkungan agar tetap hijau. Hal ini termasuk dalam hal rencana tata ruang.
Nyoman Suwartha salah satu tim dari UI GreenMetric mengatakan bahwa terdapat 6 indikator yang dimonitor terkait dengan penghijauan dan keberlanjutan dalam lingkungan. Salah satunya mengenai penataan (setting) dan infrastruktur. Dalam pedoman fakultas UI GreenMetric yang dikeluarkan tahun 2019, indikator setting dan infrastruktur di setiap fakultas memberikan gambaran umum kecenderungan fakultas terhadap lingkungan yang hijau. Indikator ini akan menunjukkan sebuah fakultas layak disebut fakultas hijau atau tidak. Dalam penilaian indikator tersebut, terdapat tujuan yaitu dalam hal penyediaan lebih banyak ruang terbuka hijau untuk penghijauan dan menjaga lingkungan sekaligus energi yang berkelanjutan.
Universitas Indonesia mendapat ranking ke -29 dengan infrastruktur  ke-98 total penilaian 1050 berdasarkan beberapa kriteria dan indikator seperti jumlah gedung, letak area fakultas, jumlah gedung, luas dasar bangunan, total area fakultas, perbandingan antara total area ruang terbuka dengan total area fakultas, persentase area kampus berupa hutan, hingga jumlah mahasiswa dan staf akademik. 
Jika dilihat, UI memang sudah mendapat ranking ke-98 dari total 779 Universitas yang mengikuti ranking ini. Dalam pengelolaannya, Direktur Pengelolaan dan Pemeliharaan Fasilitas UI Gandjar Kiswanto menyatakan, UI selalu mengutamakan pemanfaatan semaksimum mungkin ruang terbuka hijau dan menghindari pembangunan-pembangunan yang akan menutup ruang terbuka hijau.
“Di UI sudah ada ketentuan bahwa bangunan yang baru berdiri di area akademik, kita sebutnya akademik, ada daerah hutan kota dan daerah akademik itu harus dibangun 8 lantai, sehingga apa, sehingga ruang terbuka hijau di UI bisa kita jaga dengan jangka waktu yang lama.” ungkapnya saat diwawancarai Kamis (26/12) lalu.

Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, yang menyatakan proporsi RTH pada setiap kota, yakni paling sedikit 30 persen dari luas wilayah kota. Jika dilihat, UI setidaknya sudah cukup dalam mencakup hal tersebut. Namun demikian, masih harus kita lihat proporsi dari indikator-indikator penghijauan yang lainnya seperti penyediaan fasilitas transportasi ramah lingkungan, pengelolaan limbah, dan air.

Mahasiswa FISIP UI: Beradaptasi Dari SMA Ke Kuliah




Caecillia Eersta (2 dari kiri)
Depok -- Namanya Eersta dari jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2016. Sebelumnya ia bersekolah di SMA 68 Jakarta. Berawal dari ia belum mengenal Komunikasi belajar apa saja, karena ia sebenarnya tertarik dengan dunia Politik. Ia mengaku mendapat pelajaran baru yang mengubah dirinya mengenai kehidupan.



Eersta (paling kiri)
Ia merasa terdapat perubahan dalam dirinya yang banyak. Seperti ia merasa lebih percaya diri karena bisa mengekspresikan diri sendiri, misal dulu di SMA ia harus memakai seragam sekolah. Tapi selama ini berkuliah ia merasa lebih bebas.
"Ya gua mau pakai apa aja juga ya suka-suka gue gue bisa menentukan apa yang gue pengen tanpa orang lain control, gue juga merasa lebih bebas aja."

Audio:menit ke 2:25-2:50


Eersta  (ujung kanan bawah) Bersama teman-teman FISIP UI
Di jurusannya pun ia belajar banyak membaca Ilmu Filsafat yang bisa mengubah pola pikirnya. Selain itu, anak pertama dari 3 orang bersaudara ini sebenarnya agak susah untuk mencari teman. Hal ini dikarenakan ia harus mengobservasi orang itu seperti apa agar ia bisa mencair dengan orang tersebut. Meskipun demikian, mendapat teman-teman di FISIP yang membuat nyaman tak membuatnya menyesal. Kondisi lingkungan di FISIP menurutnya juga sesuai dengan dirinya.
"Gue masuk FISIP merasa nyaman banget nih kayak tempat yang selama ini udah gue pengen gue bisa diri gue sendiri." ungkapnya pada Minggu (17/11).


Eersta (ujung kanan atas) bersama teman-teman Jurnalisme.

Ia pun bercerita hambatan ketika kuliah di komunikasi yakni dari segi akademisnya. Namun lama-lama ia beradaptasi sendiri dan melalui teman-temannya. Ia pun juga belajar dari orang lain. Ketika ditanyakan kesibukan sehari-hari di kampus saat ini ia sedang sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya. Ia pun berkata terdapat dosen yang menurutnya enak dan tidak. Ia sendiri lebih menyukai dosen yang dapat diajak mengeksplorasi pikiran agar dapat mengembangkan apa yang ada di otak sesuai yang ia paham dan mengerti. Untuk karyawan FISIP sendiri menurutnya baik kepada mahasiswa dan  juga ramah terhadap lingkungan sekitar.

Mahasiswa UI Berkarya Melalui Poster

Kusuma Wardhani Wijayanti (18), adalah salah satu mahasiswa baru jurusan Hubungan Internasional Universitas Indonesia angkatan 2019. Meski masih semester awal berkuliah, ia sudah menjadi kontingen lomba poster di ajang seni se-UI bernama UI Art War. Ia merasa tegang karena ini merupakan pertama kalinya ia mengikuti ajang lomba di Universitas dan membawa nama fakultas.
Proses seleksi dalam menjadi kontingen ini tidaklah mudah. Kusuma harus membuat poster dengan tema mengkritik hal apapun namun gambar tersebut tidak menunjukkan kritik itu sendiri. Ia pun harus rela membuat poster di kafe sampai malam hingga menginap di tempat kakak tingkatnya. Ia pun mengaku awalnya tidak ingin ikut, namun karena kakak tingkat yang terus menerus mengajaknya, ia pun akhirnya tertarik. Ia mengaku merasa senang karena dapat lolos seleksi mengikuti lomba poster mewakili FISIP ketika ditemui kemarin Jumat (8/11) di FISIP UI.


Foto Saat Kusuma Mempresentasikan Posternya di Lomba Poster UI Art War Jumat (8/11)
(Dok. UI Art War)
Kusuma mengangkat tema dalam posternya yaitu tentang toxic masculinity. Tokoh utama yang ia gambarkan adalah seorang laki-laki yang telah mengalami pemerkosaan. Namun, karena masyarakat yang nampaknya masih banyak menganut laki-laki adalah yang dominan, laki-laki yang tidak boleh jadi korban, dan hal-lainnya. Ia menyimbolkan bahwa kata-kata masyarakat yang negatif tertanam ke dalam  pikiran laki-laki tersebut. Sehingga ia menyimbolkan ketika laki-laki itu membuka ke masyarakat, masyarakat itu berkata-kata negatif yang akhirnya memasuki otak dia. Sehingga dalam posternya, Kusuma menggambarkan otak sebagai latar belakang dengan ada banyak kata-kata kasar. Yang berujung laki-laki tersebut mengisolasi diri dengan masuk ke kepompong. Inspirasi ini Kusuma dapatkan dari pelajaran sosiologi yang ia ambil dari masalah sosial institusi total. Yaitu dimana manusia itu diubah pola pikirnya ketika masuk ke suatu tempat. Kusuma pun aku berandai-andai jika bukan tempatlah yang bikin manusia itu berubah, tapi keputusan manusia itu sendiri. Akhirnya si cowok ini ingin mengubah dirinya dengan institusi total dengan mengurung diri sendiri.  Ia menggambarkan cowok ini dengan mengisolasi diri masuk ke kepompong.  Tapi setelah dia keluar dari kepompong, ia berharap untuk menjadi ngengat sebagai lambang kelahiran kembali. Ia pun terinspirasi dari film silent of the lamb.
Poster Kusuma Wardhani: Toxic Masculinity
Ketika laki-laki tersebut keluar dari persembunyiannya, masih tidak ada yang berubah. Kejadian dari masa lalu masih ada, perkataan dari masyarakat itu tetap ada tetap mengingat, dia itu tetap seperti dia. Namun, Kusuma juga menggambarkan ada cahaya ilahi di kepala laki-laki tersebut. Yang berarti harapan untuk berubah masa lalu, untuk mencegah masyarakat yang negatif mengenai lelaki itu sendiri. Bukanlah dari berandai-andai dari celah diri orang lain yang digambarkan dari ngengat dan bukan dari mengisolasi diri, namun awal  harapannya dari lelaki itu yaitu menjadi lelaki itu mencari harapan-harapan lain sedangkan harapan itu sendiri selalu ada. Pesan moral yang ia ingin sampaikan adalah mau bagaimanapun hidup kita, kita itu akan tetap mempunyai harapan, karena harapan itu berasal dari diri sendiri, asalkan kita masih ada kemauan untuk hidup.
Tema besar UI Art War tahun ini mengenai kontemplasi retrospektif yang artinya berkaca atas kejadian-kejadian masa lalu  dan apa yang bisa kita pelajari. Khususnya untuk poster ini temanya alih bentuk realita, yakni gambar suatu poster dan tapi makna yang kita gambar tidak sesuai dengan apa yang kita gambarkan, sehingga menjadi surealis.
Ia mengaku hambatan dalam menjalankan lomba poster ini adalah menggambar sosok lelaki seperti dari postur tubuhnya karena biasanya ia lebih sering menggambar perempuan. Meskipun demikian, Kusuma dulunya sempat memenangkan lomba-lomba dalam seni gambar. Mulai dari SD Juara 2 cerita bergambar sekecamatan Kramat Jati di SD Sudirman, SMP juara 2 lomba sekecamatan Kramat Jati Jakarta Timur, hingga juara lomba mading saat di SMA 14.
Kusuma ingin bekerja di industri kreatif. Ia berharap ajang lomba seni ini menjadi salah satu langkah atau batu batu kecil untuk ke pekerjaan impiannya. Ia ingin menjadi content creator, di startup atau media periklanan. “Jadi illustrator atau grafik desainer di industry kreatif,” ungkapnya.
Audio: 
"Tadi lomba jujur aku tuh kan sebelumnya nginep karena aku takut ketiduran. Karena aku tegang jujur aja  karena ini lomba pertama aku di universitas dan ngebawa nama fakultas jadi itu tegang banget sih. Tapi setelah menjalani lomba tersebut jadinya let it flow aja gitu, oh yang lain sama-sama berjuang dari perwakilan fakultas terus makin lama makin relaks sih,"


Keywords Seni, Lukis, Mahasiswa, UI, FISIP, UI Art War

Polemik Revisi UU KPK: Perppu Justru Lebih Liar

Yunani Abiyoso, Pengajar Hukum Tata Negara FHUI (baju putih).

Jakarta - Pengajar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Yunani Abiyoso menyebut bahwa Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) terkait UU KPK hasil revisi Presiden justru lebih liar.


"Perppu ini justru lebih liar, karena sifat subjektivitas Presiden. Khawatir Perppu ini keluar bisa jadi besok, bisa nanti malam, bisa dua hari. Tau-tau keluar substansinya ngga sesuai keinginan." kata Yunani dalam acara Ngaji Konstitusi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada Jumat (12/10).

Ia menjelaskan jika membandingkan substansi UU dengan Perppu, UU lebih memiliki partisipasi publik dan masih dapat dikritisi. Meski partisipasi UU KPK yang sebelumnya minim.

Peneliti Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MaPPI), Muhammad Rizaldi, berkata bahwa adanya pelemahan UU KPK dalam hal Dewan Pengawas KPK yaitu pasal fungsi terhadap eksekusi izin pada penyadapan, penggeledahan, dan/atau penyitaan.

Ini juga didukung dengan Yunani yang menjelaskan ada kelemahan kelembagaan negara dalam hal tersebut. "Kewenangannya siapa sih di Indonesia? Kalo berkaca dari luar, penyadapan atau penyitaan ini adalah kewenangan peradilan dari skema peradilan hukum pidana, semua dikontrol oleh hakim atau ketua pengadilan. Tapi kalo di Indonesia ngga, ada kewenangan TNI juga bisa nyadap, belum jelas sih kita memang. Secara hukum harus dipikirkan masalah penyadapan ini."

Sementara itu, ia juga berharap dalam proses Perppu ada partisipasi publik dari berbagai lembaga hingga Badan Eksekutif Mahasiswa untuk terus mengarahkan dan berdiskusi secara aktif terkait keberlanjutan Perppu yang diinginkan. (Reporter & Fotografer: Fathania N. L. A)

Manik Marganamahendra, Ketua BEM UI 2019 (baju biru). Mustafa Fakhri, Ketua PSHTN FHUI (tengah). Muhammad Rizaldi MaPPI FHUI (jaket abu-abu).

Diet Sehat Atasi Perubahan Iklim


Pernahkah kalian menyadari bahwa ketika memakan daging-daging dari hewan, ia akan berdampak pada lingkungan terkhusus perubahan iklim? Tahukah kalian kebakaran hutan di Brazil disebabkan oleh peternakan hewan, industri pakan ternak, dan turunannya? Inilah yang membuat Burgreens dan Uni Eropa membuat salah satu kegiatan yang bertajuk Cooking Demo and Youth Responsible Production and Consumption, the Mediterraniean Way dalam rangkaian EU Climate Diplomacy Week 2019. Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis, 3 Oktober 2019 di Istituto Italiano di Cultura Jakarta.


Nyatanya, umur bumi sudah 11 tahun lagi dengan suhu 1,5 derajat. Jika sudah sampai 3 derajat, maka sudah tidak ada titik point untuk kembali mengembalikan bumi seperti sebelumnya. Maka dari itu, Burgreens mengajak untuk memulai diet sehat memakan sayur-sayuran yang justru memiliki kandungan nutrisi yang lengkap. "Kalau semua orang bisa melimit animal productsnya 9% tapi dengan dilakukan semua orang, kita akan bisa nge-proceed. Banyak orang yang di desa udah ngelakuin ini, makan daging hanya saat kurban misalnya," ungkap Helga Angelina, co-founder dari Burgreens. 

Gaya hidup dari orang kota yang sudah terbiasa memakan daging adalah hal yang harus diubah. Bisa dilihat jika kita melihat infografik di atas (sumber: burgreens), sebanyak 51% emisi gas dari ternak dan proses produksinya dan 13% transportasinya menyumbang perubahan iklim. Bahkan untuk membuat 1 hamburger, air yang digunakan bisa 660 galon setara dengan air untuk mandi manusia sebanyak 2 bulan. Sampah dari perternakan 2500 susu perah setara dengan sampah dari 4111000 orang dari kota. 
Untuk itu, Burgreens dan EU setelah sesi diskusi ini, mereka juga mengadakan demo masak dengan menggunakan bahan-bahan hijau alias sayur-mayur dan buah-buahan. Mengapa sih dibutuhkannya Vegan Diet ini, hal ini karena sampah dan emisi yang dihasilkan daripada daging-daging sangatlah ramah terhadap lingkungan. Sobat tidak perlu khawatir, untuk nutrisi dari buah dan sayur pun tetap banyak yang tinggi. Misal pada tempe memiliki protein yang juga tinggi. Kalsium tertinggi bahkan ada pada sayur bayam dan juga biji wijen, bukan pada susu. Sehingga hal ini bisa menjadi acuan bagi sobat untuk menjalankan hidup sehat dengan melindungi alam.



Terdapat salah satu tips untuk mereka yang tidak menyukai sayur terutama yang berwarna hijau dan rasa sayurnya. Yaitu dengan cara membuat smoothies, dengan takaran 70% buah dan 30% sayur. Buah pun dipakai yang berwarna dominan seperti naga, untuk menghilangkan warna hijaunya. "Kalo misalnya banyak yang gak suka sayur, it works all the time. Sayuran hijau ini merupakan makanan yang paling sehat," ungkap Max Mandias, chef sekaligus co-founder dari Burgreens.

Baiknya Tukang Jualan Ini Bagikan Kerupuk di Tengah Demo DPR

Saat itu (24/09) mahasiswa dengan beragam warna jaket turun meramaikan demonstrasi di jalan dekat jembatan Ladogi, Jalan Gerbang Pemuda, Senayan. Walau panas matahari cukup menyengat, ini tak mematahkan semangat mahasiswa untuk terus berjalan mendekati Gedung DPR demi menuntut 7 tuntutan
Tak lama ada 2 gerobak Mie Ayam dan Ketupat Sayur yang mungkin sering berjualan sekitar Senayan melewati kerumunan mahasiswa. Mahasiswa yang aksi pun langsung memberikan jalan untuk mereka lewat. Tak disangka, kedua gerobak ini justru berhenti di antara massa aksi yang sedang berdiri. Ternyata mereka membagikan sekantung plastik kerupuk dan juga sekantung plastik pangsit goreng kepada mahasiswa. Sontak mahasiswa yang dibagikan langsung berteriak, "Terima kasih ya pak!" Kemudian dibagikan kerupuk-kerupuk tersebut di antara mahasiswa yang kelaparan. "Eh mau dong, mau dong!"




Tak sempat bertanya, kedua gerobak tersebut usai membagikan kerupuk dan pangsit goreng langsung pergi meninggalkan barisan mahasiwa.

Reporter dan Fotografer: Fathania N.

Serangan Gas Air Mata Saat Demo DPR



Jakarta, 24 September 2019 - Sekitar pukul 3 sore, rombongan anak UI kloter 2 sudah  sampai di samping JCC, Senayan. Jalanan sudah dipenuhi dengan berbagai kampus, mengharuskan sekumpulan mahasiswa berjaket kuning ini turun dari bus dan berjalan menuju gedung DPR sekitar 1.5 KM. Namun, dikarenakan mahasiswa, rombongan ini sedikit terhambat hingga akhirnya berhenti di dekat jembatan Ladogi, Jalan Gerbang Pemuda, Senayan.. 



Mahasiswa berjaket kuning tidak semerta datang demo saja ke DPR. Namun, terdapat 7 tuntutan yang sekiranya harus diketahui oleh DPR. Mulai dari keresahan mahasiswa yang menganggap beberapa RUU di dalamnya masih banyak pasal yang belum jelas dan harus direvisi.
Sekitar pukul setengah 5, massa aksi UI akhirnya kembali balik arah untuk pulang karena serangan gas air mata dan berlanjut sekitar hampir pukul 5 sore massa aksi yang ada di depan gedung DPR ditembaki dengan water canon. Akhirnya mahasiswa UI kloter 2 ini tidak sampai ke depan gedung DPR. Berjalan berbalik arah, massa tidak dapat berbalik ke arah bus parkir karena jalan diblokade oleh kampus lain. Kemudian massa berjalan ke arah GBK pintu 10. 

Tidak sampai 5 menit, massa UI sedang beristirahat untuk duduk di bawah, terdengar bunyi gas air mata seperti diledakkan sebanyak lebih dari 3x. Sontak massa yang yang sedang duduk berlarian panik masuk ke arah dalam lingkar GBK.
Tak lama massa UI duduk sebentar bahkan ada yang isnggah di kios untuk membeli minum. Namun apa yang terjadi, massa UI malah kembali diterror dengan dentuman gas air mata dengan kabut asap abu-abu tebal yang membuat seluruhnya kocar-kacir.
Orang-orang yang sedang jogging dalam GBK pun terheran melihat massa UI yang berlarian lebih kencang daripada mereka. Tak lama setelah itu, massa UI akhirnya duduk kembali untuk berkumpul dengan fakultasnya masing-masing untuk kembali pulang ke rumah.
Reporter dan Fotografer: Fathania N.

Emptyness

woke up with messy hairs
dizzy and headache
not knowing what to do
looking at the mirror
and asking,
"Hi, dude. what's you have done that makes you...
looking like this?"
back to sit
with eyes looking straight
to the white wall.
feeling empty
trying to cry
but not trying to cry
I was begging myself
not to drag down
trying to cover all
these kinds of situation
with eyes smile.

Libur Lebaran Bersama Keluarga di Pekan Raya Jakarta



Lebaran tiba libur pun tiba. Itulah yang saya nantikan setelah sebulan penuh berpuasa. Selain bersilaturahmi bertemu dengan keluarga, liburan panjang merupakan momen untuk saatnya berpetualang. Kali ini, saya akan merekomendasikan kalian ke tempat lengkap, murah, dan tentunya menyenangkan untuk liburan bersama keluarga. Pekan Raya Jakarta 2019 adalah tempatnya!


Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair adalah pameran terbesar tahunan di Asia Tenggara yang menampilkan banyak produk dalam negeri untuk diperjualbelikan. Pameran yang ditampilkan adalah produk-produk dalam Negeri. Diselenggarakan dari 22 Mei hingga 30 Juni 2019, tahun ini merupakan yang ke-52 kalinya terselenggara. Jakarta Fair sendiri merupakan acara yang khusus digelar dalam rangka perayaan ulang tahun Jakarta, tahun ini adalah ulang tahun Jakarta ke-492. Lebih dari 2500 tenan ikut meramaikan acara ini. Biaya tiket masuk pun cukup terjangkau, mulai dari Rp25.000,- untuk hari Senin, lalu Rp30.000,- untuk Selasa hingga Kamis, sedangkan untuk Jumat, Sabtu, dan hari Libur Nasional adalah Rp40.000,-. Kita akan diberikan tiket masuk berupa kartu sekaligus potongan karcis yang bisa ditukarkan produk-produk makanan murah, gratis, hingga undian berhadiah.


Jika masuk melalui pintu 9, kalian akan disambut dengan gedung pusat niaga Jiexpo Kemayoran. Bagi kalian yang baru pertama kali datang ke sini, mungkin akan kaget "lho, mana dia pamerannya? kok seperti Mall biasa..". Jangan heran, beberapa produk pameran memang ditampilkan di dalam gedung. Namun, kalian bisa berjalan sedikit keluar dari dalam gedung terlebih dahulu. Keluar pintu, kalian akan menemukan sebuah gardu bertuliskan Jakarta Fair Kemayoran, dengan patung Soekarno terpajang di depannya.  Ramainya para pengunjung pun dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua, baik dengan keluarga, pasangan, mau pun bersama teman.


Jakarta Fair sendiri berkonsep pasar malam yang besar. Keluar dari gedung, berjalanlah sedikit ke depan kemudian kalian akan menemukan berbagai tenan dengan produk-produknya yang mewarnai Pekan Raya Jakarta. Carnaval JFK salah satu rangkaian acara yang ikut meramaikan PRJ, yaitu adanya penampilan gerakan tarian bersama dengan mereka yang menggunakan kostum unik dilengkapi dentuman dari Marching Band. Penampilan ini sendiri hanya diadakan dua kali dalam seminggu. Pastikan kamu mengecek jadwal tampilnya ya di situs PRJ. Selain itu, di PRJ ini dapat ditemukan tempat keren untuk berfoto yang instagramable! City of Lights dengan wahana seperti bianglala, kora-kora, hingga stan yang ada cosplay berkostum unik siap untuk berfoto dengan kamu. 


Spot-spot dalam stan juga beragam adanya. Mulai dari produk makanan, alat-alat elektronik, otomotif, perabotan rumah tangga, hingga perusahaan media dapat kalian temukan di sini. Tempat untuk berfoto unik dan juga berburu diskon yang murah meriah bisa ditemukan di Pekan Raya Jakarta.



Tak lengkap rasanya jika perut tidak dijajal dengan makanan khas Jakarta bernama kerak telor. Kamu bisa menikmatinya sembari istirahat setelah lelah berkeliling di PRJ. Tersedia pula arena kuliner nusantara yang lengkap di belakang Hall D. Siap-siap kenyang!




Salah satu pengunjung bernama Ina, seorang paruh baya yang berasal dari Bontang, Kalimantan Timur, sengaja datang untuk berlibur bersama keluarganya setelah dua tahun lalu terakhir ke PRJ berkata saat ditemui pada (11/06) kemarin.


Bagaimana, tertarik bukan untuk mengunjungi Pekan Raya Jakarta bersama keluarga? Yuk, langsung saja datang ke di Jakarta Internasional Expo Kemayoran, Jakarta Pusat. Destinasi favorit liburan keluarga!

Reporter & Fotografer: Fathania Nazmi Lulu Alam

Ramadhan, UAS, dan Pulang Kampung

Namanya Melita Nuriza, mahasiswa Kriminologi Universitas Indonesia angkatan 2016. Ia berasal dari Pematang Siantar, Sumatra Utara. Saat ini ia tinggal di Asrama Mahasiswa UI.
Berbeda dengan tahun lalu, hampir setengah Ramadhan tahun ini ia disibukkan dengan tugas kuliah dan mengurus magang. Walaupun ia melewati Ramadhan di kampus, ia merasa tidak menderita sendirian karena tidak bersama dengan keluarganya, karena ia merasa masih ada orang lain yang jauh rumahnya dibandingkan dirinya. Ia juga memiliki teman-teman dekat dan peer group di jurusan yang membuatnya nyaman. Selain kuliah, ia juga mengikuti kegiatan organisasi lembaga dakwah di kampus. Sehingga, Ramadhan yang ia rasakan tahun ini sangatlah produktif. Banyak teman yang ngajak buka puasa bersama, sahur bersama, hingga mengerjakan tugas dan menginap. Ia pun memiliki beberapa tips untuk melewati Ramadhan sambil kuliah yaitu dengan cara membuat catatan jadwal tugas apa saja yang harus dikerjakan. Sehingga kita harus bisa pintar membagi waktu karena di Ramadhan ini ada sahur, tarawih, hingga buka puasa bersama.
Melita menceritakan bagaimana ia mengalami Ujian Akhir Semester sambil mencari tiket pesawat yang harganya tiba-tiba meningkat untuk pulang ke rumahnya ke Medan. Berikut cerita dari Melita saat ditemui di FISIP UI (22/05) lalu.

Heart of Punk: Anak Punk dan Mahasiswa UI Berbagi Takjil


Nama: Fathania Nazmi L. A. 

(NASKAH / VOICE OVER)

BERBAGI MEMANG INDAH LOH SOBAT TEVE U-I!/ APALAGI BERBAGI DI BULAN RAMADHAN//

MINGGU 19 MEI 2019 LALU/ KOMUNITAS KITA JURAGAN BEKERJA SAMA DENGAN KOMUNITAS SENIMAN TERMINAL ATAU SENTER DEPOK MENGADAKAN KEGIATAN BERNAMA HEART OF PUNK// YAITU KEGIATAN BERBAGI 100 TAKJIL DI SEKITAR STASIUN PONDOK CINA//

SENTER MERUPAKAN KOMUNITAS YANG BERANGGOTAKAN ANAK JALANAN DAN ANAK PUNK MUSLIM// SEDANGKAN/ KITA JURAGAN ADALAH PLATFORM BUATAN ANAK U-I UNTUK BERBAGI IDE/ DONASI/ DAN TEMPAT UNTUK SUKARELAWAN BERBAGI DENGAN CARA YANG UNIK//

(Insert Soundbyte - Muhammad Akbar - Co Founder Kitajuragan.com)

KEGIATAN INI JUGA DALAM RANGKA MERAYAKAN SETAHUN BERDIRINYA KITA JURAGAN// DENGAN MELIBATKAN 6 SUKARELAWAN/ TOTAL DONASI YANG TERKUMPUL KURANG LEBIH DUA JUTA//

SETELAH BERBAGI TAKJIL/ KEGIATAN DILANJUTKAN DENGAN BUKA PUASA BERSAMA// TAK LUPA/ ADA SETORAN HAFALAN AL-QUR'AN DARI ANGGOTA SENTER//

KEGIATAN INI DITUTUP DENGAN PEMBAGIAN BUKU BELAJAR MENGAJI/ ALAT TULIS/ DAN TAS/ UNTUK KOMUNITAS SENTER// HARAPANNYA/ MEREKA BISA TERUS MENGAJI DAN SELALU SEMANGAT UNTUK TERUS MEMPERBAIKI DIRI//

FATHANIA NAZMI/ TEVE U-I//

Kampus sebagai bagian dari 'Penyelamat Lingkungan'

Menjaga lingkungan menjadi bagian dari kehidupan manusia. Begitu juga dengan kampus, tempat pendidikan yang sudah seharusnya memiliki peran besar dalam melestarikan lingkungan. Universitas Indonesia menjadi salah satu kampus yang memiliki ranking di dunia terhadap lingkungan yang hijau atau dikenal dengan nama UI GreenMetrick.

Saya berkesempatan untuk menemui Dr. Nyoman Suwartha, ST., MT., MAgr., Sekretaris UI GreenMetrick, pada Jumat (16/11) lalu. Ia mengatakan bahwa terdapat 6 indikator yang dimonitor terkait dengan penghijauan dan keberlanjutan dalam lingkungan ini. Yaitu pertama setting dan infrastuktur mengenai lanskapnya bisa seperti apa, yang kedua energi dan iklim yaitu terkait pemakaian energi dan apakah dapat diperbarui, ketiga tentang pengelolaan sampah atau waste management, bagaimana sih sistem pengurangan sampah atau limbah padat, yang keempat tentang air, kontrofasi air tanah terutama sehingga bisa menciptakan suatu misalnya recyle, watercyle dari air hujan dan sebagainya, yang kelima transportasi lebih ke arah public transportation apakah punya, seperti sepeda, yang terakhir tentang pendidikan, hal ini sangat penting terutama melihat bagaimana komitmen sistem dilihat dari jumlah mata kuliah yang terkait dengan lingkungan jumlah publikasi yang terkait dengan lingkungan.

Ia juga mengatakan, mahasiswa juga memiliki peran yang potensial dalam mencapai UI GreenMetric. 

(soundbyte Dr. Nyoman Suwartha, ST., MT., MAgr. - Sekretaris UI GreenMetrick)


Tiap tahunnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia atau BEM UI mengadakan acara besar mengenai lingkungan bernama UI Youth Environmental Action. Pada tahun 2018, mereka mengangkat tema "How Do Youth Solve Waste Problem in ASEAN 2030". Tema ini diangkat untuk memecahkan permasalahan terkait limbah dan persampahan yang terjadi di Indonesia dan di ASEAN.  Acara yang terselenggara pada 15-17 November 2018 ini terdiri dari beberapa rangkaian mulai dari konferensi, seminar, hingga fieldtrip ke Kelurahan Rangga Mekar, Bogor. Acara diikuti oleh berbagai delegasi perguruan tinggi di seluruh Indonesia, mulai dari UI, UGM, UB, hingga delegasi dari luar Indonesia.

(soundbyte Diki Nurul Huda - Ketua Pelaksana UI YEA 2018

Infografik Pemilu Indonesia 2019: CNNIndonesia.com dengan Lowyinstitute.org

Saya akan membandingkan infografis Pemilu Indonesia 2019 antara berita di CNNIndonesia.com (https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190414001935-35-386160/infografis-pemilu-2019-dalam-angka) dengan LowyInstitute.org (https://interactives.lowyinstitute.org/features/indonesia-votes-2019/)


CNNIndonesia.com

Lawyinstitute.org







Menurut saya, informasi yang disajikan lebih menarik yang dari Lowy Institute daripada CNNIndonesia.com. Dari kedua situs tersebut, lowyinstitute lebih atraktif karena gambarnya gerak-gerak dan penjelasannya singkat. Infografik ini juga berdiri sendiri, bukan bagian darii sebuah artikel/tulisan. Elemen visual yang digunakan kedua situs berupa gambar dan data yang divisualkan. Mulai dari calon Presiden, jumlah pemilih, hingga jumlah caleg. Jika CNNIndonesia.com menggunakan animasi, Lowyinstitute.org lebih kepada gambar foto yang menurut saya lebih nyaman dilihat karena terlihat jelas dan orang jadi tau bahwa gambar/foto tersebut adalah kedua calon Pilpres. Infografik yang disajikan CNNIndonesia.com itu statis sedangkan Lowyinsititute.org autorun, sehingga ketika kita scroll websitenya, gambarnya bisa bergerak dan lebih menarik. Lebih menariknya lagi, lowyinstitute.org ini menguak sedikit informasi yang orang tidak banyak tau, yaitu tentang Noken, salah satu suku di Papua yang memilih melalui kepala suku mereka.

TPS 008: Tempat Pemungutan Suara Presiden Jokowi hingga Saksi Pemilu dari Orde Baru


Pemilihan Umum 2019 adalah sebuah momen pesta demokrasi bagi Indonesia. Sebab, setiap mereka yang sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk berhak untuk memilih tiap-tiap calon wakil rakyat dan juga calon Presiden.

Pada kesempatan kali ini, setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) berlomba-lomba untuk menarik perhatian penduduknya untuk memilih pada 17 April 2019. Salah satunya adalah TPS 008. TPS yang bertempat di kawasan Menteng, Jakarta Pusat ini dipenuhi berbagai awak media. TPS ini menjadi tempat yang spesial karena Presiden Joko Widodo mencoblos di sini.

TPS 008 sendiri memakai konsep kebudayaan betawi. TPS lengkap dengan suasana adat betawi, terlihat pula 2 ondel-ondel di pintu masuk TPS.

Petugas yang berjaga pun memakai baju batik betawi berwarna biru dengan corak ondel-ondel. Sedangkan yang perempuan, memakai baju kebaya lengkap dengan roknya yang juga bermotif ondel-ondel.

Setiap para pencoblos, dipanggil namanya oleh petugas yang kemudian masing-masing surat suara dibuka lembarannya untuk menghindari terjadinya kecurangan atau bolongnya kertas yang ada.

Dibuka pada pukul 07.00, TPS ini benar-benar tepat waktu menutup dengan pengumuman pada jam 13.00 Waktu Indonesia Barat.

Jumlah keseluruhan pemilih terdapat 235  orang dengan pemilih laki-laki 119 orang dan perempuan 116 orang. Total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 198 orang, Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) 119 orang, Daftar Pemilih Khusus 2 orang. Total pemilih adalah 156 orang dengan 109 suara yang memilih nomor 01, 46 suara yang memilih 02, suara tidak sah sebanyak 1 suara. Kemudian, terdapat pula 79 orang yang tidak hadir.

SAKSI PEMILU DARI ZAMAN ORDE BARU

Di balik jalannya Pemilu, terdapat saksi pemilu yang mengesahkan berjalannya pemungutan suara. Salah satunya adalah Michael. Ia merupakan saksi dari pihak 01.  Sebelumnya ia pernah menjadi saksi pada saat Pemilu Orde Baru. Berikut cerita pengalamannya menjadi saksi.

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Fathania Nazmi Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review